Showing posts with label Hadis. Show all posts
Showing posts with label Hadis. Show all posts

Monday, September 20, 2010

Bacalah ‘zahrawain’

Dari Abu Umamah al-Bahili r.a, katanya dia mendengar Rasulullah s.a.w bersabda:”Bacalah al-Quran kerana dia akan datang memberikan syafaat kepada pembacanya pada hari kiamat nanti. Bacalah Zahrawain, iaitu surah al-Baqarah dan Aali-Imran , kerana keduanya akan datang pada hari kiamat nanti seperti dua kumpulan awan menaungi pembacanya atau seperti dua kelompok burung yang sedang terbang dalam matlamat hendak membela pembacanya. Bacalah al-Baqarah kerana dengan membacanya beroleh berkat dan dengan tidak membacanya beroleh penyesalan dan pembacanya tidak dapat dikuasai (dikalahkan oleh tukang-tukang sihir). ”
(Muslim)

Sunday, May 9, 2010

Muhasabah: Ibu Bapa

Hadis riwayat Abdullah bin Amru bin Ash ra., ia berkata:

Rasulullah saw. bersabda: Di antara dosa-dosa besar, yaitu memaki kedua orang tua. Para sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, bagaimana seseorang dapat memaki kedua orang tuanya? Rasulullah saw. menjawab: Dia memaki bapak orang lain, lalu orang lain itu memaki bapaknya. Dia memaki ibu orang lain, lalu orang lain itu memaki ibunya.

Monday, February 1, 2010

Mai Pakat Bunuh Cicak

Satu hadis daripada Rasulullah s..a.w, menggalakkan membunuh binatang ini. Jika kita perhatikan berdasarkan pengalaman. Cicak ini sejenis binatang yang membuatkan hati kita terbakar dengan perangainya.



Hadis diriwayatkan daripada Ummu Syarikh: Bahawa Nabi s.a.w. menyuruhnya membunuh cicak. Manakala dalam satu hadis lain daripada Ibnu Syaibah juga disuruh untuk membunuh cicak.

Kadangkala, terdapat dikalangan kita yang tidak mahu membunuh cicak. Belas katanya. Atau dirasakan tidak perlu kerana orang tersebut juga tidak permbersih.

Tuesday, November 10, 2009

Boleh Mengendong Anak Dalam Solat

Hadis riwayat Abu Qatadah ra.: Bahwa Rasulullah saw. pernah salat sambil menggendong Umamah binti Zaenab binti Rasulullah saw. Menurut keterangan Abul Ash bin Rabi`, apabila Rasulullah berdiri maka Umamah digendongnya dan jika sujud Umamah diletakkannya (Muslim:844)

Tuesday, May 5, 2009

Surat Muhammad s.a.w Kepada Hercules

Hadis riwayat Abu Sufyan r.a, ia berkata: Aku berangkat ke Syam pada masa perdamaian Hudaibiah, iaitu perjanjian antara diriku dan Rasulullah saw. Ketika aku berada di Syam, datanglah sepucuk surat dari Rasulullah saw. yang ditujukan ke Hiraklius, Penguasa Romawi.

Yang membawa surat itu adalah Dihyah Al-Kalbi yang langsung menyerahkannya kepada Penguasa Basrah. Selanjutnya, Penguasa Basrah menyerahkan kepada Hiraklius. Hiraklius lalu bertanya: Apakah di sini terdapat seorang dari kaum lelaki yang mengaku sebagai nabi ini?

Mereka menjawab: Ya! Maka aku pun dipanggil bersama beberapa orang Quraisy lainnya sehingga masuklah kami menghadap Hiraklius. Setelah mempersilakan kami duduk di hadapannya,

Hiraklius bertanya: Siapakah di antara kamu sekalian yang paling dekat nasabnya dengan lelaki yang mengaku sebagai nabi ini? Abu Sufyan berkata: Lalu aku menjawab: Aku.

Kemudian aku dipersilakan duduk lebih dekat lagi ke hadapannya sementara teman-temanku yang lain dipersilakan duduk di belakangku. Kemudian Hiraklius memanggil juru terjemahnya dan berkata kepadanya: Katakanlah kepada mereka bahwa aku akan menanyakan kepada orang ini tentang lelaki yang mengaku sebagai nabi itu. Jika ia berdusta kepadaku, maka katakanlah bahwa ia berdusta.

Abu Sufyan berkata: Demi Allah, seandainya aku tidak takut dikenal sebagai pendusta, niscaya aku akan berdusta. Lalu Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Tanyakan kepadanya bagaimana dengan keturunan lelaki itu di kalangan kamu sekalian?

Aku menjawab: Di kalangan kami, dia adalah seorang yang bernasab baik. Dia bertanya: Apakah ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja?

Aku menjawab: Tidak. Dia bertanya: Apa kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dikatakannya? Aku menjawab: Tidak.

Dia bertanya: Siapakah pengikutnya, orang-orang yang terhormatkah atau orang-orang yang lemah?

Aku menjawab: Para pengikutnya adalah orang-orang lemah. Dia bertanya: Mereka semakin bertambah ataukah berkurang?

Aku menjawab: Bahkan mereka semakin bertambah.

Dia bertanya: Apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agamanya setelah dia peluk karena rasa benci terhadapnya?

Aku menjawab: Tidak.

Dia bertanya:Apakah kamu sekalian memeranginya?

Aku menjawab: Ya.

Dia bertanya: Bagaimana peperangan kamu dengan orang itu?

Aku menjawab: Peperangan yang terjadi antara kami dengannya silih-berganti, terkadang dia mengalahkan kami dan terkadang kami mengalahkannya.

Dia bertanya: Apakah dia pernah berkhianat?

Aku menjawab: Tidak. Dan kami sekarang sedang berada dalam masa perjanjian damai dengannya, kami tidak tahu apa yang akan dia perbuat. Dia melanjutkan: Demi Allah, aku tidak dapat menyelipkan kata lain dalam kalimat jawaban selain ucapan di atas.

Dia bertanya lagi: Apakah perkataan itu pernah diucapkan oleh orang lain sebelum dia?

Aku menjawab: Tidak.

Selanjutnya Hiraklius berkata kepada juru terjemahnya: Katakanlah kepadanya, ketika aku bertanya kepadamu tentang nasabnya, kamu menjawab bahwa ia adalah seorang yang bernasab mulia. Memang demikianlah keadaan rasul-rasul yang diutus ke tengah kaumnya.

Ketika aku bertanya kepada kamu apakah di antara nenek-moyangnya ada yang menjadi raja, kamu menjawab tidak. Menurutku, seandainya ada di antara nenek-moyangnya yang menjadi raja, aku akan mengatakan dia adalah seorang yang sedang menuntut kerajaan nenek-moyangnya.

Lalu aku menanyakan kepadamu tentang pengikutnya, apakah mereka orang-orang yang lemah ataukah orang-orang yang terhormat. Kamu menjawab mereka adalah orang-orang yang lemah. Dan memang merekalah pengikut para rasul.

Lalu ketika aku bertanya kepadamu apakah kamu sekalian menuduhnya sebagai pendusta sebelum dia mengakui apa yang dia katakan. Kamu menjawab tidak. Maka tahulah aku, bahwa tidak mungkin dia tidak pernah berdusta kepada manusia kemudian akan berdusta kepada Allah.

Aku juga bertanya kepadamu apakah ada seorang pengikutnya yang murtad dari agama setelah ia memeluknya karena rasa benci terhadapnya. Kamu menjawab tidak. Memang demikianlah iman bila telah menyatu dengan orang-orang yang berhati bersih.

Ketika aku menanyakanmu apakah mereka semakin bertambah atau berkurang, kamu menjawab mereka semakin bertambah. Begitulah iman sehingga ia bisa menjadi sempurna.

Aku juga menanyakanmu apakah kamu sekalian memeranginya, kamu menjawab bahwa kamu sekalian sering memeranginya. Sehingga perang yang terjadi antara kamu dengannya silih-berganti, sesekali dia berhasil mengalahkanmu dan di lain kali kamu berhasil mengalahkannya. Begitulah para rasul akan senantiasa diuji, namun pada akhirnya merekalah yang akan memperoleh kemenangan.

Aku juga menanyakanmu apakah dia pernah berkhianat, lalu kamu menjawab bahwa dia tidak pernah berkhianat. Memang begitulah sifat para rasul tidak akan pernah berkhianat.

Aku bertanya apakah sebelum dia ada seorang yang pernah mengatakan apa yang dia katakan, lalu kamu menjawab tidak. Seandainya sebelumnya ada seorang yang pernah mengatakan apa yang dia katakan, maka aku akan mengatakan bahwa dia adalah seorang yang mengikuti perkataan yang pernah dikatakan sebelumnya.

Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius bertanya lagi: Apakah yang ia perintahkan kepadamu?

Aku menjawab: Dia menyuruh kami dengan salat, membayar zakat, bersilaturahmi serta membersihkan diri dari sesuatu yang haram dan tercela.

Hiraklius berkata: Jika apa yang kamu katakan tentangnya itu adalah benar, maka ia adalah seorang nabi. Dan aku sebenarnya telah mengetahui bahwa dia akan muncul, tetapi aku tidak menyangka dia berasal dari bangsa kamu sekalian. Dan seandainya aku tahu bahwa aku akan setia kepadanya, niscaya aku pasti akan senang bertemu dengannya.

Dan seandainya aku berada di sisinya, niscaya aku akan membersihkan segala kotoran dari kedua kakinya serta pasti kekuasaannya akan mencapai tanah tempat berpijak kedua kakiku ini.

Dia melanjutkan: Kemudian Hiraklius memanggil untuk dibawakan surat Rasulullah saw. lalu membacanya. Ternyata isinya adalah sebagai berikut: Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah, dari Muhammad, utusan Allah, untuk Hiraklius, Penguasa Romawi. Salam sejahtera semoga selalu terlimpah kepada orang-orang yang mau mengikuti kebenaran.

Sesungguhnya aku bermaksud mengajakmu memeluk Islam. Masuklah Islam, niscaya kamu akan selamat. Masuklah Islam niscaya Allah akan menganugerahimu dua pahala sekaligus. Jika kamu berpaling dari ajakan yang mulia ini, maka kamu akan menanggung dosa seluruh pengikutmu.

(Wahai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat ketetapan yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita mempersekutukan Dia dengan sesuatu pun dan tidak pula sebagian kita menjadikan sebagian yang lain sebagai Tuhan selain daripada Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah kepada mereka: Saksikanlah, bahwa kami adalah orang-orang yang menyerahkan diri kepada Allah).

Selesai ia membaca surat tersebut, terdengarlah suara nyaring dan gaduh di sekitarnya. Lalu ia memerintahkan sehingga kami pun segera dikeluarkan. Lalu aku berkata kepada teman-temanku ketika kami sedang menuju keluar, Benar-benar telah tersiar ajaran Ibnu Abu Kabasyah, dan sesungguhnya ia benar-benar ditakuti oleh Raja Romawi.

Abu Sufyan berkata: Aku masih terus merasa yakin dengan ajaran Rasulullah saw. bahwa ia akan tersiar luas sehingga Allah berkenan memasukkan ajaran Islam itu ke dalam hatiku.

(Muslim:3322)

Wednesday, December 17, 2008

Adab Memelihara Binatang

Daripada Ibn Umar: "Rasulullah bersabda: Seorang wanita disiksa kerana kucing pemeliharaanyaa mati kelaparan maka wanita itu masuk neraka"(al-Bukhari)

Monday, September 15, 2008

Hadith Ramadhan

Daripada Aisyah berkata: Adalah Rasulullah s.a.w. jika memasuki sepuluh iaitu sepuluh yang terakhir dari bulan Ramadhan, baginda menjauhi isteri-isterinya. Menghidupkan bulan Ramadhan dengan ibadat dan membangunkan keluarganya

Keterangan: Sepuluh yang terakhir iaitu 20 Ramadhan ke atas.

Pagi semalam saya telah dijemput untuk memberi tazkirah mengenai bulan puasa ini. Dan saya telah membawa satu hadis di atas untuk dijadikan pedoman dan panduan kepada sesiapa yang ingin ihya' Ramadhan. Berdasarkan hadith ini, Rasulullah amat menitik beratkan 10 malam yang terakhir. Insyaallha marilah sama-sama kita berazam untuk berusaha sebaik mungkin pada malam sepeuluh yang terakhir.

Kepada yang mempunyai isteri boleh beribadah secara bersama-sama. Dan anak-anak juga perlu turut serta dalam proes membiasakan diri mereka dengan bangun di malam hari untuk beribadah.

Bersabarlah, di sebalik kesabaran ada hikmahnya. Setiap hikmah adalah daripada Rabbul Jalil.

Wednesday, August 1, 2007

Banyak Menulis Bertambah Ilmu

Pagi tadi selepas subuh seperti biasa telah menyampaikan kuliah subuh. Sebagaigaimana hari-hari biasa saya membacakan satu hadis dan menerangkannya. Begitulah saya hari-hari rutinnya memberi kuliah subuh.
Apa yang hendak saya ceritakan di sini ialah bukannya mengenai corak penyampaian ataupun kedaan yang terlintas di sudut kepala pemikiran akan tetapi ingin berkongsi ilmu dan buah fikiran mengenai hadis tersebut.
Hadis tersebut diriwayatkan daripada Abu Hurairah r.a hadis ii bertujuan menyatakan bahawa beliau adalah di antara para sahabat Rasulullah s.a.w. yang paling banyak menghafal hadis daripada Nabi Muhammad. Akan tetapi menurut hadis itu menerangkan yang paling banyak mempunyai ilmu ialah yang paling banyak menulis.
Sudah jelas bahawa kitasebagai pelajar mahupun sesiapa perlu meneruskan atau memulakan penulisan tidak kira memulakan penulisan di kertas atau di blog. Oleh itu berhatila-hati dengan setiap penulisan yang kita tulus dan perlu bertanggungjawablah terhadap penulisan kita.